أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ
Bismillah ...
Assalaamu'alaykum...
Sekarang hari ketiga dari minggu tenang... menghitung hari .... ^_^
Mau masak menu yang berkuah aaahhh.... ummm... sop aza, karena agak kurang fit, katanya sop itu bagus untuk orang yang lagi demam.... well lets do it !

Enaknya emang ini dimakan pas panas panas, tapi gampang lah, di kantor tinggal dipanasin...

Ohya kalau sop ini bila disimpan di lemari es, akan mengental, nah 
nanti kalau mau dimakan lagi, tinggal di hangatkan saja akan kembali encer koq...
oke..... langsung aza.

Bahan :
  • 2 buah wortel
  • 5 buah buncis
  • 1/2 ayam, mau ayam negeri silakan, apalagi ayam kampung lebih uenak rasanya.. atau mau ceker aza mangga... kira kira 7 sd 10 buah ceker
  • 7 sd 10 buah bakso
  • 1 btg daun bawang
  • 1 btg daun seledri
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt minyak wijen (tenang enggak juga ga masalah koq...)
  • 1 ruas jahe di geprek
  • 5 buah cabe rawit merah
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • Air kaldu ( dari perebusan ayam/ceker) sssttt...biar ngaldu rasanya..hehehe
  • sedikit gula pasir
Cara buat nya :
  1. potong-potong sayuran sesuai selera dan potong tipis bawang putih
  2. rebus ayam/ceker dengan air hingga matang
  3. sisihkan air kaldunya kira kira 700 ml
  4. tumis bawang putih sanpai harum, masukkan air kaldu, jahe, bakso, wortel,buncis, cabe rawit, daun bawang dan seledri
  5. tambahkan garam, sedikit lada/merica dan gula pasir
  6. tuangkan minyak wijen
  7. taburi dengan bawang goreng jika perlu..
hidangkan selagi panas... hmmm harum n yummii...
»»  READMORE...
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ

 
Bismillahirrohmanirrohiim..Assalaamu'alaykum...
Hari kedua di minggu tenang, udah di set dalam buku agenda mau coba resep baru, hihihi gak tau tiba-tiba kepengen menu berbahan telur... menu ini cuocok buat yang suka banget telur... cukup simple, enak sekaligus sehat !
Yuks mulai... lets go!!

Bahan Isi
  • 100 gram daging cincang, silakan mau pake daging ayam or sapi 
  • 50 gram kol, trus diiris halus
  • 50 gram wortel, serut kasar atau di diiris halus ga opo opo, terserah aza
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 1/2 buah bawang bombay, iris tipis tipis
  • 4 buah cabai rawit merah, iris halus, kalau kurang pedas sok tambah..
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 1/2 sdt garam
  • 3 sdm minyak, untuk menumis
Bahan Dadar
  • 4 butir dadar telur ayam
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • 3/4 sdt garam, dikira kira aza jangan keasinan
  • 3 sdm margarin
Cara Membuat
  1. Untuk isi : tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Tambahkan cabai rawit dan daun bawang. Tumis hingga layu. Masukkan daging cincang, kol, wortel dan garam. Masak hingga bumbu meresap,trus sisihkan.
  2. Untuk dadar : camput telur, merica bubuk dan garam. Kocok lepas. Olesi wajan antilengket dengan margarin. Tuang adonan telur sambil dibentuk dadar.
  3. Masukkan adonan isi, lalu gulung. Masak dengan api kecil hingga semua bagian telur matang,angkat. Terakhir potong potong sesuai selera. kalau aku potong bulat bulat, potong serong lebih manis kalle yaa.. hihihi 
  4. Sajikan  ^_*
nih penampakannya...  this is it.. Telur Isi Daging Sayuran ala Chef be_enoury...  
(norak mode on*)
»»  READMORE...
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ

Assalamu'alaykum...
Pulang cepet, pulang cepet, tadi alhamdulillah bisa pulcep , masa masa tenang setelah minggu minggu yang melelahkan baik fisik dan hati..hhhhuuufff..
Nyenangi hati sendiri , coba coba resep.. ciihuuyy..
belum tau mau coba resep apa sih tadi, tapi akhirnya karena kemarin sempat sengaja beli ayam,trus udah diungkep bumbu kuning dan sekarang masih bertengger di kulkas, ga mau digoreng ahh, karena jadi ingat ada resep yang udah lama aku belum coba lagi... takut lupa deh... hehehe 
itu loh "ayam masak kecap gurih ". Bukan semur lho.. karena resep itu cukup simple, jadinya aku suka untuk memasaknya..

Ini nih hasil yang aku buat... gak kaya semur kan, jangan liat penampakannya tp rasa nya, enak lho gurih..hihihi biarin muji diri sendiri... tapi tidak bermaksud nyombong, abis apa yang bisa disombongin, resep ini biasa aza ko' ...


 ini Resep nya :

Bahan :
1/2 kg ayam, potong sesuai selera lalu goreng setengah matang
                    ayam ini ga perlu di ungkep dulu juga ga pa pa,,
100 ml santan kental, mau pakai kara silakan ibu-ibu
2 - 4 sdm kecap manis (seperti biasa aku ga mau manis2, 2 sdm aza)
1 buah bawang bombay, iris halus
bawang goreng untuk taburan... (jika perlu)

Bumbu halus: 
3 butir bawang putih
3 buah cabai merah or rawit merah 
1/2 sdt merica
1 sdt garam

Cara masaknya:
tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan irisan bawang bombay aduk sampai layu
setelah itu masukkan ayam, santan, garam dan kecap, aduk, masak hingga matang dan kental
udah sajikan deh deh.. simple kan, mudah n cepat
sajikan dengan bawang goreng di atasnya.


                                           
»»  READMORE...
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ


Bismillahirrohmanirrohiim..
قَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّتِى تُجَدِلُكَ فِى زَوْجِهَا وَتَشْتَكِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَآ ۚ إِنَّ ٱللَّه
سَمِيعٌۢ بَصِي

membaca surat Al mujaadillah jadi teringat tentang kisah seorang wanita yang berani menyampaikan kebenaran dan meluruskan berbagai penyimpangan dengan kata-katanya yang indah dan tersusun rapi. Hmm... jadi ingin baca kisahnya lagi.

 Wanita itu bernama Khaulah binti Tsalabah bin Ashram bin Fahar bin Tsa'labah Ghanam bin Auf. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit ra. Dari Aus beliau dikarunia seorang anak laki-laki bernama Rabi". Mereka tinggal di suatu rumah kecil. Sejarah mencatat suaminya memiliki kepribadian yang keras. Beliau selalu sabar dalam menghadapi sikap keras dari suaminya itu.

Suatu kali, tatkala ia mengingatkan suaminya, Aus bin Tsamit, suaminya tampak murka. Serta merta muncullah kalimat dari mulut Aus, "Bagiku Engkau seperti punggung ibuku." Buat Khaulah perkataan ini sudah melampaui batas, baginya suaminya tersebut telah menziharnya, sehingga ia menolak saat Aus menginginkan dirinya. Khaulah menolak bukan tanpa sebab. Ia ingin mengatahui bagaimana hukum Allah yang berkaitan dengan masalah yang baru terjadi di dalam sejarah Islam itu.' Khaulah berkata,"Sekali-kali jangan dulu. Demi Zat yang jiwa Khaulah ada dalam kekuasaan-Nya. Janganlah engkau sekali-kali menyentuhku, sebab engkau telah mengatakan apa yang engkau katakan tadi, sampai Allah dan Rasul-Nya menghukumi persoalan ini."

Kemudian Khaulah datang menemui Rasulullah SAW, menyampaikan masalah tersebut. Rasulullah membenarkan sikap Khaulah. Kalimat seperti itu telah menyatakan bahwa Khaulah telah haram bagi suaminya. Tapi Khaulah pun merasa berat jika harus bercerai dari suaminya. Sehingga akhirnya dia berdoa kepada  Allah, agar memberikan solusi terhadap masalahnya ini. Subhanallah, Allah mendengar perkataan Khaulah. 

Khaulah mendengar langsung firman Allah dari Rasulullah SAW bahwa pasangan ini dapat hidup bersama kembali, asalkan sang suami menarik perkataannya dan memenuhi sejumlah syarat yang Allah tetapkan. Rasulullah berkata," Yaa Khaulah suruhlah suamimu memerdekakan seorang budak". Namun suami Khaulah tidak memiliki apa yang dapat dimerdekakan. Kemudian Rasulullah berkata," atau suruh suamimu melakukan apa yang Allah perintahkan yaitu Shaum dua bulan berturut-turut". Khaulah mengetahui kelemahan suaminya yang sudah tua, tidak mampu lagi Shaum dua bulan berturut-turut. Akhirnya Rasulullah bersabda," Berilah makan oleh suamimu enam puluh orang miskin dengan satu gantang ( enam puluh kati ) kurma". Khaulah menjawab,"dia tidak memiliki sekian banyak kurma". Kemudian Rasulullah berkata," Kami akan membantumu dengan sebagian kurma".  Mendengar itu Khaulah dengan cepat menyambung,"dan dari aku sebagian yang lainnya, yaa Rasulullah". Sabda Rasul,"baik sekali, pergilah segera dan sedekahkanlah kurma itu dan berlaku baiklah terhadap suamimu itu".

Itulah Islam!.  Kemudahan dan kelapangan dalam menjalankan ajarannya mendapat perhatian Islam. Momen itu tercantum dalam QS Mujaadillah ayat 1- 4.  Karena peristiwa ini Khaulah disegani, kata-katanya pun didengar oleh banyak orang, bahkan Amirul Mukminin saat itu, Umar bin Khattab sangat segan kepadanya. Suatu ketika pemimpin kaum Muslimin itu dinasehati oleh Khaulah, " Hai Umar, aku ingat dahulu ketika di pasar Ukadh dan waktu itu namamu masih Umair. Engkau menakut-nakuti dengan tongkatmu, lalu kemudian namamu menjadi Umar. Lalu kini engkau telah dipanggil dengan sebutan Amirul Mukminin makan bertakwalah kepada Allah dalam kesejahteraan rakyat. Ketahuilah barang siapa takut dengan ancaman Allah, maka Allah akan mendekatkan baginya  segala yang jauh. Dan barang siapa yang takut dengan mati dan kehidupan sesudahnya, dia akan selalu takut menyia-nyiakan waktu yang bermanfaat".

Demikianlah Khaulah dengan lama berdiri menasehati Umar bin Khattab, dan Umar mendengarkan dengan penuh perhatian dan kesabaran. Salah seorang yang menyaksikan kejadian tersebut berkata kepada Umar," Yaa Amirul Mukminin, wanita tua ini meremehkan dan melelahkan engkau". Umar pun berkata,"Tidakkah engkau mengetahui siapa dia? Inilah Wanita yang perkataannya telah didengar Allah dari atas langit ketujuh. Dialah Khaulah binti Tsalabah penyebab turunya awal surat Al Mujaadillah. Demi Allah apabila dia berdiri semalam suntuk aku tidak akan meninggalkannya kecuali untuk sholat, dan setelah sholat aku akan cepat kembali untuk menjumpai dan memperhatikannya. Jika Allah saja mendengar perkataan wanita ini, maka Umar lebih berhak mendengarkan perkataannya".

_dari beberapa sumber_                                                                                                                                                                                                                                                
»»  READMORE...





oleh Ahmad Kusyairi Suhail
"..Dan pergaulilah istri-istri dengan baik (patut). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS An Nisaa' [4]: 19).
Dalam sebuah forum konsultasi keluarga, seorang istri mengadukan perlakuan suaminya kepada Ketua Majlis Ulama Besar Arab Saudi, waktu itu masih dijabat oleh Syekh Abdul Aziz bin Baz –rahimahullah.
"Suami saya, meskipun ia seorang berakhlak mulia dan takut kepada Allah, namun ia tidak pernah memberi perhatian sama sekali di rumah. Dia selalu murung dan cemberut terus padahal Allah Maha Mengetahui bahwa saya sudah menunaikan semua kewajiban sebagai istri dan memberinya ketenangan. Tapi, saya tetap sabar dengan perlakuannya. Setiap kali saya tanya sesuatu, dia langsung marah dan emosi, lalu berkomentar, bahwa itu ucapan sepele dan tidak berguna.
Dia selalu bahagia dan ceria jika berkumpul dengan teman-temannya. Sementara saya tidak mendapatkan darinya kecuali cacian dan perlakuan kasar. Sungguh dia sering menyakiti dan menganiaya saya sehingga saya berkali-kali ingin kabur dari rumah ..” (Fataawa Al Mar'ah, Muhammad Al Musnid, h. 115, cet. I, Riyadh, 1414 H).
Perlakuan kasar dan kejam terhadap istri tidak terjadi pada masa Jahiliyah saja, melainkan juga terjadi di zaman modern seperti contoh di atas. Rumah dengan situasi dan kondisi semacam itu bak neraka. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) terbilang tidak sedikit.

Perlakuan yang baik terhadap pasangan

Ayat di atas mempersembahkan satu kiat agar rumah kita tidak seperti neraka, yaitu memperlakukan pasangan dengan baik. Allah swt berfirman, ".. Dan pergaulilah istri-istri dengan baik (patut).Menurut Ibnu Katsir, maksud ayat tersebut adalah "Perbaguslah ucapanmu (wahai para suami) terhadap mereka. Perbaikilah perbuatanmu dan perindahlah tampilanmu sesuai kemampuanmu sebagaimana engkau menginginkan hal itu dari istrimu. Maka, lakukanlah terhadap istrimu seperti yang ingin ia lakukan terhadapmu (Tafsir Ibnu Katsir, II/22). Sebagaimana firman Allah, "..Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf (benar dan patut)” (QS Al Baqarah [2]: 28).
Dengan demikian perlakuan ma'ruf dalam ayat di atas maknanya sangat integral dan universal. Termasuk di dalamnya berusaha untuk berpenampilan baik dan menarik. Nabi saw memberi kiat agar suami menjadi dambaan bagi istrinya, "Cucilah wahai para lelaki pakaianmu, pakailah minyak rambut, bersikat gigilah, mandilah dan bersucilah; karena kaum Bani Israel tidak melakukan hal itu kepada istri-istri mereka” (HR Thabrani).
Dalam perspektif Nabi saw, manusia terbaik di dunia bukanlah manusia yang paling kaya atau paling tinggi jabatannya atau paling tinggi gelarnya atau paling keren tampilannya atau variabel-variabel dunia lainnya. Melainkan, manusia yang paling baik dalam memperlakukan pasangannya, memberikan banyak perhatian terhadap keluarganya. Beliau saw bersabda, "Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya” (HR Tirmidzi, no. 3830 dan Ibnu Majah, no. 1967. Menurut Tirmidzi, hadits tersebut hasan gharib shahih).
Karenanya, Rasulullah adalah orang yang selalu baik dalam bergaul, selalu ceria, mesra dengan istrinya, lemah lembut terhadap mereka, memberi mereka nafkah yang cukup untuk kebutuhan mereka (lihat QS Ath Thalaq [65]: 7), bersenda gurau dan bercanda dengan istrinya. Misalnya, beliau saw pernah berlomba lari dengan istrinya, Aisyah ra. Faktor ini tidak bisa dipungkiri–selain pertolongan Allah–juga memiliki andil besar dalam mengantarkan keberhasilan Rasulullah saw dalam berdakwah dan membangun peradaban manusia serta mengeluarkan mereka dari beragam kezhaliman dan kegelapan di semua aspek kehidupan. Perlakuan yang baik terhadap keluarga membuat keluarga menjadi kreatif, energik dan produktif. Maka, meneladani Nabi saw dalam menjaga keharmonisan rumah tangga merupakan keniscayaan, karena ini perintah Allah, sebagaimana firman-Nya, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS Al Ahzaab [33]: 21).

Ujian cinta

Termasuk memperlakukan pasangan dengan ma'ruf (baik dan patut) adalah setia dan tidak mengkhianatinya dalam suka dan duka. Tidak sedikit rumah tangga yang lulus ujian ketika diuji oleh Allah swt dengan kemiskinan dan kesempitan. Sehingga saat itu janji seiya sekata dan sehidup semati telah menjadi komitmen berdua.
Namun, ketika Allah menguji dengan kekayaan dan kemudahan, tidak sedikit yang berguguran dan tidak lulus ujian illa man rahimallah (kecuali orang yang dirahmati oleh Allah). Ketika harta melimpah, rumah luas, mobil mewah, jabatan bergengsi dan sejenisnya terkadang mudah membuat sebagian suami atau istri lalai sehingga menggerus sedikit demi sedikit cinta terhadap pasangannya. Bahkan, ada juga yang secara cepat mematikan api cinta sehingga melupakan pasangannya. WIL (Wanita Idaman Lain) atau PIL (Pria Idaman Lain) menjadi pelariannya dan puncaknya kehancuran biduk rumah tangga, yaitu cerai. Maka, cinta tulus itu pun telah dibalas dengan durhaka yang memicu prahara rumah tangga. Tentu, semua itu bisa terjadi ketika rumah tangga jauh dari iman dan lupa terhadap tujuan rumah tangga yang hakiki, membangun ‘istana' takwa sebagaimana firman Allah swt, "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah..” (QS An Nisaa' [4]: 1). Begitu pentingnya rumah tangga, sampai-sampai dalam ayat ini, diapit oleh dua kali perintah takwa.

Menerima kelebihan dan kekurangan pasangan

Bagian akhir ayat di atas, "Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.Ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa termasuk perlakuan yang baik adalah menghargai kelebihan pasangan dan memaklumi kekurangannya. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah swt semata.
Maka, mengharapkan kesempurnaan istri atau suami kita adalah sama saja mengharapkan kemustahilan. Karenanya, seorang yang beriman dituntut untuk mampu memenej (mengelola) kelebihan dan kekurangan pasangannya menjadi sebuah kekuatan yang dapat memancarkan cahaya sakinah, mawaddah wa rahmah dalam kehidupan rumah tangganya.
Karena itu Umar bin Khaththab ra, seperti dikutip oleh Sayyid Quthb, pernah marah besar kepada seorang suami yang ingin menceraikan istrinya lantaran sudah tidak mencintainya, dengan mengatakan, "Celaka kamu ini! Bukankah rumah tanggamu selama ini dibangun di atas ‘pondasi' cinta? Lalu, mana usaha kerasmu untuk memelihara cinta itu?” (Tafsir Fii Zhilal Al Qur'an, I/600).
Perlakuan yang ma'ruf, memahami dan menghargai kewajiban dan hak masing-masing, ta'awun dalam kebajikan dan takwa, komunikasi efektif dalam rumah tangga dan selalu mengiringi dengan doa adalah kunci-kunci kebahagiaan rumah tangga sehingga menjadikan rumah kita damai, tidak seperti neraka.
Jika cinta kasih sudah diberikan dan perlakuan ma'ruf (baik dan patut) sudah ditegakkan, namun dibalas pasangan dengan durhaka dan ketidakpatuhan, maka nerakalah balasan dan tempatnya kelak.
Ancaman ini disampaikan Rasulullah saw dalam haditsnya, "Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang berbuat kufur” Beliau lalu ditanya, "Apakah maksudnya mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, "(Maksudnya) kaum wanita itu mengkufuri suami (tidak mentaatinya dan durhaka kepadanya) dan mengkufuri kebaikan (perlakuan suami). Jika kamu telah berbuat baik kepada seorang di antara mereka sepanjang waktu, kemudian dia melihat sesuatu darimu, dia berkomentar, ‘Aku tidak melihat darimu ada kebaikan sedikitpun'” (HR Bukhari no. 28).
Semoga Allah swt tidak menjadikan rumah kita seperti neraka (panas, kering, tidak ada ketenangan dan cinta kasih) dan menjauhkan kita semua dari neraka akhirat. 
Amin
»»  READMORE...
Asssyyiikkk....
eh hehehe afwan lupa salam dulu 

Assalamu'alaykum...
(^_^) 
saking senengnya sampai lupa salam dulu yach.. kan amalin sunnah Rosul, sering menebarkan salam biar kita saling mencintai.. muuaahh 

Aku lagi seneng karena dapet tambahan koleksi resep, resep ini aku dapat dari mba Nuke..
jzklh khair ya mba..

ini hasil nya ...
Bahan :

-Telur 5 btr
-Gula 300 gr
-TBM 1 sdt
- Susu Kental Manis(SKM), 1 sachet
- Terigu 250 gr, diayak
- Mentega 3 sdm, dicairkan, didinginkan.
- Santan 1 gelas belimbing (direbus dengan 3 lbr daun pandan), didinginkan ---daun pandannya dibuang ya.....



Cara Membuat :

1. Telur dan Gula dikocok dengan kecepatan tinggi, masukkan TBM dan SKM, kocok sampai kental (membentuk jambul petruk)
2. Kecilkan mixer, masukkan tepung terigu, sedikit demi sedikit (kalo aq dimasukkan pake sendok, dikit-dikit)
3. Matikan mixer.
4. Masukkan mentega cair, aduk balik.
5. Masukkan santan kental, aduk rata.
6. Bagi adonan menjadi 2 bagian, sebagian lagi beri pasta pandan, sedikit aja, 3 tetes lah....
7. Kukus adonan putih kurleb 20 mnt, lalu masukkan adonan pasta pandan, kukus lagi sampai matang.....kurleb 30 mnt.
nah tu' jadi deh.. silakan menikmati....
»»  READMORE...

           Hanya karena semua akun kita di internet memakai password  untuk mengaksesnya, bukan berarti kita betul-betul berkuasa atas privasi kita.
           Saat komunikasi via kabel telepon beralih ke telekomunikasi via internet, dan kala semua orang ingin jadi selebritas via youtube, myspace, friendster, wordpress, blogspot dan tentu saja facebook serta situs jejaring sosial lainnya, diskusi soal privasi agaknya menghangat lagi.
           Siapa yang sebelumnya telah menyangka bahwa orang lain (diantaranya pemerintah, badan intelijen dan pemimpin organisasi) bisa mengintip tiap detik apapun yang seseorang lakukan selama online dan melihat apa saja yang tampil di monitornya.
           Kalau kita menggunakan internet kantor, tahukah kita bahwa bos kita bisa melacak apapun yang kita lakukan di sana, apa saja yang kita ketikkan ke keyboard kita, situs apa yang kita kunjungi, chatting dan pesan instan yang kita lakukan, apa saja yang kita cari di Google, Yahoo!MSN (termasuk cari lowongan baru ^_^ ) dan apa saja yang kita simpan ke flashdisk atau harddisk.
           Kalau kita tidak menyadari itu, kita termasuk pengguna internet dengan kesadaran yang minim bahkan nihil soal privasi kita sendiri. Kita tidak sadar bahwa setiap pengguna internet mengirim  sebuah paket informasi dari alamat si pengirim (kita) ke alamat penerima (situs atau link yang kita klik), persis seperti orang mengirim surat via pos.
           Kita harus menyadari bahwa siapa pun baik pemerintah dan siapa pun yang dibolehkan undang-undang, para penjual produk dan jasa dan tentu saja pelaku kriminalitas bisa berdiri di tengah-tengah, menjadi penyadap informasi apapun yang kita kirim dan terima.
           Kini jutaan orang dengan kesadaran yang minim soal privasi tadi bergabung menjadi penggembira di Internet. Orang yang seumur-umur belum mengecap manfaat internet bahkan anak-anak di bawah umur tiba-tiba membuka akun facebook melalui internet atau handphone mereka. Dan banyak yang tidak sadar bahwa "kelakuan" kita terpantau oleh orang lain. Gimana tidak terpantau hampir setiap kegiatan yang kita lakukan selalu di update bahkan yang kita rasakan entah itu dengan tujuan mau berbagi ataupun memang mau menyindir orang lain, dan tidak jarang jadi media curhat hatinya. Pokoknya "penting banget" untuk orang lain tahu juga. Maka voila, beberapa detik setelah masuk account facebook itu, ia menambah daftar teman mayanya sampai yang tidak kenal sekalipun sambil meng upload foto atau video mulai dari foto dirinya sampai foto keluarga dengan berbagai fose dan model baju. Sama sekali tidak sadar bahwa semua teman-temannya melihat semua teks dan file multimedia yang ia upload. Orang yang sadar soal privasi sejak awal, pasti tidak akan melakukan tindakan yang mempermalukan dirinya seperti itu.
           Dan, pernahkah kita bertanya-tanya kenapa para penyedia layanan e-mail berlomba memberi kita ruang penyimpanan yang begitu banyak (Google dan Yahoo misalnya yang sekaligus terkenal sebagai mesin pencari) sehingga kita tidak perlu menghapus ribuan surat-surat elektronik kita.
           Bayangkan jika ribuan e-mail kita itu terbaca, maka si pembaca akan mudah membuat profil kita, film apa yang di tonton, barang yang diinginkan, obat-obatan yang dipakai, hubungan pribadi, pandangan politik. Oke, paling tidak info tersebut akan berguna untuk menentukan produk apa yang kira-kira akan  kita beli. Ujung-ujungnya semacam marketing intelligent juga.
           Sekarang bayangkan lagi berapa ribu e-mail, teks, foto, komentar, video yang pernah kita ambil atau terima. Semua terekam sebagai data yang tak pernah benar-benar bisa kita lenyapkan dan semua bisa dimanfaatkan orang lain. Bukan tidak mungkin kita bisa menjadi bahan olok-olok bahkan hingga jauh hari setelah kita tiada.
           Gajah terkenal sebagai hewan yang punya ingatan luarbiasa. Tapi internet bukan saja punya ingatan luar biasa. Internet tak pernah lupa.
Astaghfirullah...

AB
Indentitas Wanita Islami 2009
»»  READMORE...
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ

          Tak bisa dihindari lagi, manusia harus hidup dan bergaul dengan manusia lain,rekan kerja,boss atau atasan kita,bawahan,tetangga,kenalan dsb. Karena terus menerus (harus) berhubungan dengan orang lain itulah, kita disebut makhluk sosial. Nah, dalam interaksi sosial itulah, sadar atau tidak (tapi sebaiknya memilih sadar aza hehehe), kita sedang melakukan transaksi pengaruh mempengaruhi.
      Jadi intinya manusia bisa mempengaruhi orang lain. Orang berprilaku buruk bisa menularkan keburukannya, orang yang baik bisa melakukan yang sebaliknya. Sekarang tinggal kita mau yang mana, bergaul dengan orang jahat dan ikut menjadi jahat atau bergaul dengan orang jahat itu dan mengubah mereka untuk meninggalkan kejahatan, atau bergaul dengan orang baik-baik saja biar kita tak pernah berpikir untuk menjadi jahat atau penjahat?
          Baiknya kita bergaul itu mempunyai dua kemungkinan, pertama dia menampakkan dirinya sebagai seorang Muslim. Kedua dia mengajak orang lain. Orang yang berdiam diri itu hanya menyelamatkan dirinya sendiri dan tentu orang ini tidak lebih berharga daripada orang yang mampu menjaga tetap sholeh di tengah ketolehan orang lain. Kalau orang sholeh di tengah kesholehan itu biasa, tapi kalau orang sholeh di tengah ketolehan itu baru luar biasa.

Mengetahui Tujuan 
          Memilih pergaulan kadang bukan soal sederhana. Dunia yang modern, yang memungkinkan kita bergaul dengan bermacam-macam manusia dari berbagai penjuru dunia dengan latar belakang sosial, agama,ekonomi yang beranekaragam, kadang menempatkan kita pada situasi "tidak punya pilihan". Banyak situasi yang seolah menjebak seseorang, memaksanya berinteraksi dengan orang-orang yang bisa menularkan atau memaksakan keburukan.
          Oleh karena itu, seorang Muslim harus tahu apa sih target hidupnya, tujuan hidupnya. Dan juga harus memahami betul apa yang dia perjuangkan,demikian menurut Psikolog Ledia Hanifa,S.Si, MPsi.T.
          Kalau kita bekerja di sebuah instansi pemerintahan atau swasta atau organisasi, dengan bos yang bersikap amat baik pada kita tapi suka berhura-hura (korupsi,judi,ke cafe, mabuk), akan sekuat apa kita bertahan untuk tidak ikut-ikutan perbuatannya.
          Apa yang akan membuat kita menjadi "luar biasa". Apa yang kira-kira menjadikan kita tetap istiqomah. Bagaimana kita bisa berbicara dan didengar oleh teman-teman kita yang masih gemar minuman keras,ke cafe, merokok dsb tanpa kita harus ikut teler,ngepul,atau godek,bahkan kita membuat mereka menghentikan kebiasan buruk mereka itu?
          Karenanya sejak awal kita harus memposisikan diri kita, sehingga orang lain jadi tahu siapa kita, bisa memagari agar tidak terseret oleh mereka. Kita bisa bergaul dan berkumpul dengan semua orang, tapi tetap kita tunjukkan identitas kita dimanapun kita berada. Mungkin kita akan merasakan ketidaknyamanan ketika berada bersama orang yang beda dengan kita,tapi hal itu jangan sampai membuat kita kehilangan identitas kita sebagai Muslim. 
Seperti yang terungkap dalam sebuah hadist :
"Janganlah kamu menjadi orang yang tidak mempunyai sikap. Bila orang melakukan kebaikan maka aku pun melakukannya. Namun bila orang melakukan keburukan maka aku pun ikut melakukannya juga. Akan tetapi jadilah orang yang mempunyai sikap dan keberanian. Jika orang melakukan kebaikan maka akan melakukannya. Namun jika orang melakukan keburukan maka aku tinggalkan sikap  buruk mereka." (HR Tirmidzi).
          Dengan kehadiran kita di tengah mereka, setidaknya mereka punya pembanding, sehingga mereka bisa berpikir bahwa ada pandangan yang berbeda dengan mereka. Dan bagi kita, justru dengan bergaul itulah kita mempunyai sebuah kesempatan untuk mengajak mereka ke arah kebaikan dan mencegah mereka dari hal yang munkar, amar ma'ruf nahi munkar.

Mempuyai Skill
       Tidak bisa tidak kita harus menguasai persuasi, yaitu serangkaian metode aktif untuk menggunakan pengaruh kita guna mendorong orang lain (objek dakwah) untuk mengadopsi tindakan,pikiran atau prilaku kita.
          Nah syarat utama untuk menjadi insan gaul yang luar biasa itu adalah tentu pemahaman kita tentang dien ini dulu yang dikuatkan. Yang kedua kita harus punya skill untuk berinteraksi, bagaimana kita membangun persepsi positif, bagaimana kita berinteraksi, bagaimana kita berhubungan dengan orang,bagaimana kita membangun lobi atau jaringan dsb.
          Dan skill itu mau tidak mau harus kita cari dan kita bangun,bukan malah mencari excuse dengan mengatakan bahwa kita tidak mempunyai kemampuan apa-apa untuk mempengaruhi orang lain. Meskipun kita tidak mempunyai skill itu, justru kita harus melatih,menambah untuk mendapatkan kemampuan itu. Terus yang namanya skill itu mempunya jam terbang yang sangat berpengaruh sekali kepada kemampuan itu sendiri. Jadi, memang harus terus menerus dipelajari.
           Teknik persuasif lebih mengandalkan "daya tarik" ketimbang paksaan. Dan inilah yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Ingat bagaimana Rasulullah (dan para Rasul sebelumnya) lebih dulu membuat orang nyaman dan terkesan oleh akhlak mulia mereka, bukan dengan lebih dulu menjejalkan doktrin ini itu.
          Secara sederhana,pada proses persuasi tergantung pada empat faktor si pembawa perubahan itu yakni kita sendiri, pesan yang dibawa,objek dakwah,dan media atau cara kita menyampaikan.

Sabar dan Ikhlas
          Selanjutnya, semua harus dikerjakan dengan ikhlas dan sabar. Tanpa dua hal itu, stamina dakwah akan lekas melempem. 
          Dan untuk sekedar mengingatkan kembali, kita tidak sedang membicarakan atau mengajak untuk menjadi da'i yang berpengaruh dan terkenal. Sebab untuk berdakwah, kita tidak harus terkenal  atau mempunyai pengaruh besar dulu meski ketenaran bisa menjadi faktor pendukung dakwah (Rasulullah terkenal sebagai Al-Amin sebelum berdakwah sebagai rasul).
          "Pendakwah adalah semua orang yang mampu melakukan perubahan dan itu semua orang bukan sebatas da'i saja. Atau minimum orang yang berani menyuarakan kebenaran di manapun ia berada dan orang yang mampu melakukan perubahan. Yang diam saja dia bukan da'i dan bukan pendakwah yang mengajak ke jalan kebenaran," demikan pendapat Ketua Bidang Kajian IKADI.
         Nah apa kita mau cuek, bahkan rela jadi objek yang mendapat pengaruh buruk dari orang lain?

Semoga dapat menambah khasanah ilmu kita.

Identitas Wanita Islami 2009
»»  READMORE...
Bismillah...
Assalamu'alaykum...

Semalem pulang kerja aku sempat mampir ke Giant... mumpung lagi minggu tenang di kantor, kaya sekolahan/kampus aza ada minggu tenang, hehehe maksud ku itu mumpung kerjaan di kantor semua deadline laporan sudah selesai, jadi aku bisa pulang cepat,bisa coba-coba masak lagi..abis kalau setiap hari wwwoooahh nyerah nyerah, ku tak sanggup..hhhhfff.. rasanya... upss jangan di sini curhatnya hihihi nanti ada yang ikut-ikutan menghela nafas atau ketawa.

Yos wis lanjut lagi, di sana aku sempat beli fillet ikan tuna... n kangkung... yaa cuma itu siih, yang simple-simple saja masaknya karena waktu yang ada gak banyak untuk eksperimen yang aneh aneh...

Jadi aku masak cah kangkung n tuna saus tiram aza deh..

untuk Tuna Saus Tiram, nih dia resepnya

Bahan
    • 300 gr fillet tuna, dipoting persegi
    • 5 butir bawang merah, iris tipis
    • 4 siung bawang putih, iris tipis
    • 1/2 bawang bombay, iris tipis memanjang
    • 2 sdm saus tiram
    • 4 buah cabai merah keriting, iris serong
    • 1 batang daun bawang, iris serong
    • 1 sdt garam
    • 1 sdt gula pasir
    • 1/4 kaldu instan (kalau suka)
    • 1 sdt maizena, larutkan
    • 300 ml air
    • 3 sdm minya untuk menumis
Cara buatnya ...gampang apalagi bagi yang sudah jago masak
pertama tumis bawang merah, bawang putih dan bawang bombay sampai harum
kedua masukkan ikan tuna, aduk hingga berubah warnanya
ketiga tambahkan saus tiram, cabai merah, daun bawang, air, garam, gula, kaldu instan hingga ikan   matang dan bumbu meresap
terakhir masukkan larutan maizena sambil diaduk hingga meletup letup
dahh beresss.. tinggal taro di wadah tupperware siap bawa ke kantor
(^_^)
»»  READMORE...

ShoutMix chat widget